<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Travel Jogja</title>
	<atom:link href="http://traveljogja.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://traveljogja.com</link>
	<description>Paket Wisata Jogjakarta Murah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 07:37:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Keraton Yogyakarta</title>
		<link>http://traveljogja.com/keraton-yogyakarta.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/keraton-yogyakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 12:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kraton Yogyakarta adalah obyek utama di Kota Yogyakarta. Bangunan Bersejarah yang merupakan istana dan tempat tinggal dari Sultan Hamengku Buwana dan keluarganya ini berdiri sejak tahun 1756. Kraton Yogyakarta dengan segala adat istiadat dan budayanya menjadi ruh kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kraton Yogyakarta juga menjadi obyek wisata utama di Kota Yogyakarta baik dari sisi peninggalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/kraton-yogyakarta1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-160" title="kraton-yogyakarta1" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/kraton-yogyakarta1.jpg" alt="" width="610" height="402" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/kraton-yogyakarta.html">Kraton Yogyakarta</a> adalah obyek utama di <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/wisata-yogyakarta.html">Kota Yogyakarta</a>. Bangunan Bersejarah yang merupakan istana dan tempat tinggal dari Sultan Hamengku Buwana dan keluarganya ini berdiri sejak tahun 1756. Kraton Yogyakarta dengan segala adat istiadat dan budayanya menjadi ruh kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kraton Yogyakarta juga menjadi obyek wisata utama di <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/wisata-yogyakarta.html">Kota Yogyakarta</a> baik dari sisi peninggalan bangunannya maupun adat istiadat yang ada di dalamnya. Di <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/kraton-yogyakarta.html">Kraton Yogyakarta</a> di samping dapat dinikmati keindahan masa lalu melalui arsitektur bangunannya, dapat juga dinikmati kesenian tradisional yang disajikan setiap harinya di Bangsal Manganti. Saat ini <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/kraton-yogyakarta.html">Kraton Yogyakarta</a> ditempati oleh keluarga Sultan Hamengku Buwana X yang menjadi raja sekaligus gubernur di <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/09/wisata-yogyakarta.html">Yogyakarta</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/wisata-surakarta.html">Surakarta</a>) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping <a href="http://www.wisatanesia.com/2010/05/wisata-sleman.html">Kabupaten Sleman</a>.</p>
<p>Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan pemangku adatnya. Oleh karenanya tidaklah mengherankan jika nilai-nilai filosofi begitu pula mitologi menyelubungi Keraton Yogyakarta.</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/keraton-yogyakarta-dalam.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-161" title="keraton yogyakarta dalam" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/keraton-yogyakarta-dalam.jpg" alt="" width="609" height="457" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/Tata-ruang-koridor.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-162" title="Tata-ruang-koridor" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/Tata-ruang-koridor.jpg" alt="" width="610" height="352" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/keraton-yogyakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Candi Boko Yogyakarta</title>
		<link>http://traveljogja.com/candi-boko-yogyakarta.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/candi-boko-yogyakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 12:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Situs Ratu Baka (Bahasa Jawa: Ratu Boko) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta atau 50 km barat daya Kota Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25 ha. Situs ini menampilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-153" title="candi boko" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko.jpg" alt="" width="611" height="458" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Situs Ratu Baka</strong> (<a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">Bahasa Jawa</a>: <strong>Ratu Boko</strong>) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek <a title="Candi Prambanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan">Candi Prambanan</a>, 18 km sebelah timur <a title="Kota Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">Kota Yogyakarta</a> atau 50 km barat daya <a title="Kota Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surakarta">Kota Surakarta</a>, <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25 <a title="Hektare" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hektare">ha</a>.</p>
<p>Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs pemukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas.<sup id="cite_ref-0"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka#cite_note-0">[1]</a></sup> Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada <a title="Abad ke-8" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-8">abad ke-8</a> pada masa <a title="Wangsa Sailendra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Sailendra">Wangsa Sailendra</a> (<a title="Rakai Panangkaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakai_Panangkaran">Rakai Panangkaran</a>) dari <a title="Kerajaan Medang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Medang">Kerajaan Medang</a> (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas <em><a title="Keraton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keraton">keraton</a></em> (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.<sup id="cite_ref-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka#cite_note-1">[2]</a></sup> Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.</p>
<p>Nama &#8220;Ratu Boko&#8221; berasal dari <a title="Legenda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Legenda">legenda</a> masyarakat setempat. Ratu Boko (<a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">Bahasa Jawa</a>, arti harafiah: &#8220;raja bangau&#8221;) adalah ayah dari <a title="Loro Jonggrang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Loro_Jonggrang">Loro Jonggrang</a>, yang juga menjadi nama candi utama pada komplek Candi Prambanan.</p>
<p>Secara administratif, situs ini berada di wilayah Kecamatan <a title="Prambanan, Sleman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prambanan,_Sleman">Prambanan</a>, <a title="Kabupaten Sleman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sleman">Kabupaten Sleman</a>, Yogyakarta dan terletak pada ketinggian hampir 200 m di atas permukaan laut.</p>
<p>Situs ini dicalonkan ke <a title="UNESCO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNESCO">UNESCO</a> untuk dijadikan <a title="Situs Warisan Dunia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Warisan_Dunia">Situs Warisan Dunia</a> sejak tahun 1995.</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko-1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-154" title="candi boko 1" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko-1.jpg" alt="" width="611" height="406" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko-3.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-155" title="candi boko 3" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-boko-3-1024x687.jpg" alt="" width="610" height="409" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/candi-boko-yogyakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Candi Prambanan</title>
		<link>http://traveljogja.com/sejarah-candi-prambanan.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/sejarah-candi-prambanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 11:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-prambanan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-113" title="candi prambanan" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/candi-prambanan.jpg" alt="" width="610" height="404" /></a></p>
<p><strong>Candi Rara Jonggrang</strong> atau <strong>Lara Jonggrang</strong> yang terletak di <strong>Prambanan</strong> adalah kompleks candi <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> terbesar di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Candi ini terletak di pulau <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, kurang lebih 20 km timur <a title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a>, 40 <a title="Kilometer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kilometer">km</a> barat <a title="Surakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surakarta">Surakarta</a> dan 120 km selatan <a title="Semarang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semarang">Semarang</a>, persis di perbatasan antara <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">provinsi</a> <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a> dan <a title="DIY" href="http://id.wikipedia.org/wiki/DIY">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten <a title="Sleman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sleman">Sleman</a> dan <a title="Klaten" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klaten">Klaten</a>.</p>
<p>Candi ini dibangun pada sekitar tahun <a title="850" href="http://id.wikipedia.org/wiki/850">850</a> Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: <a title="Rakai Pikatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakai_Pikatan">Rakai Pikatan</a>, raja kedua wangsa <a title="Mataram I" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mataram_I">Mataram I</a> atau <a title="Rakai Watukura Dyah Balitung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rakai_Watukura_Dyah_Balitung">Balitung Maha Sambu</a>, semasa wangsa <a title="Sanjaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sanjaya">Sanjaya</a>. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 <a title="Jan Willem IJzerman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jan_Willem_IJzerman&amp;action=edit&amp;redlink=1">Jan Willem IJzerman</a> mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian <a title="Isaäc Groneman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isa%C3%A4c_Groneman">Isaäc Groneman</a> melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang <a title="Sungai Opak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Opak">Sungai Opak</a>. Pada tahun <a title="1902" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1902">1902</a>-<a title="1903" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1903">1903</a>, <a title="Theodoor van Erp (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theodoor_van_Erp&amp;action=edit&amp;redlink=1">Theodoor van Erp</a> memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun <a title="1918" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1918">1918</a>-<a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926">1926</a>, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (<em>Oudheidkundige Dienst</em>) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993 <sup id="cite_ref-0"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan#cite_note-0">[1]</a></sup>.</p>
<p>Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja.</p>
<p>Sekarang, candi ini adalah sebuah <a title="Situs Warisan Dunia UNESCO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Warisan_Dunia_UNESCO">situs</a> yang dilindungi oleh <a title="UNESCO" href="http://id.wikipedia.org/wiki/UNESCO">UNESCO</a> mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi pe<a title="Perang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang">perangan</a>.</p>
<p>Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di <a title="Asia Tenggara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara">Asia Tenggara</a>, tinggi bangunan utama adalah 47m.</p>
<p>Kompleks candi ini terdiri dari 8 <a title="Kuil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuil">kuil</a> atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.</p>
<p>Tiga candi utama disebut <em>Trisakti</em> dan dipersembahkan kepada sang hyang <a title="Trimurti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trimurti">Trimurti</a>: Batara <a title="Siwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siwa">Siwa</a> <em>sang Penghancur</em>, Batara <a title="Wisnu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wisnu">Wisnu</a> <em>sang Pemelihara</em> dan Batara <a title="Brahma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brahma">Brahma</a> <em>sang Pencipta</em>.</p>
<p>Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah <a title="Mata angin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_angin">mata angin</a>. Sementara yang pertama memuat sebuah <a title="Arca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arca">arca</a> Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca <a title="Durga" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Durga">Durga</a>, sakti atau istri Batara Siwa, <a title="Agastya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agastya">Agastya</a>, gurunya, dan <a title="Ganesa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ganesa">Ganesa</a>, putranya.</p>
<p>Arca Durga juga disebut sebagai <em>Rara</em> atau <em>Lara/Loro Jongrang</em> (<em>dara langsing</em>) oleh penduduk setempat. Untuk lengkapnya bisa melihat di artikel <a title="Loro Jonggrang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Loro_Jonggrang">Loro Jonggrang</a>.</p>
<p>Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu <a title="Nandini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nandini">Nandini</a>, <a title="Wahana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wahana">wahana</a> Batara Siwa, sang <a title="Angsa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angsa">Angsa</a>, wahana Batara Brahma, dan sang <a title="Garuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garuda">Garuda</a>, wahana Batara Wisnu.</p>
<p>Lalu <a title="Relief" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Relief">relief</a> di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan <a title="Wiracarita" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiracarita">wiracarita</a> <a title="Ramayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ramayana">Ramayana</a>. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan <a title="Kakawin Ramayana" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Ramayana">Kakawin Ramayana</a> Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut <em><a title="Perwara (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perwara&amp;action=edit&amp;redlink=1">perwara</a></em>. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu <a title="Lingga (arca)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lingga_%28arca%29">Lingga</a> batara Siwa, sebagai lambang kesuburun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/parmabanan-2.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-115" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/parmabanan-2-1024x768.jpg" alt="" width="610" height="458" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/prambanan-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-116" title="prambanan 3" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/prambanan-3.jpg" alt="" width="608" height="450" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/sejarah-candi-prambanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Parang Tritis Jogja</title>
		<link>http://traveljogja.com/pantai-parang-tritis-jogja.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/pantai-parang-tritis-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 10:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Parangtritis adalah desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Parangtritis dilihat dari atas &#160; Di desa ini terdapat pantai Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Parangtritis</strong> adalah <a title="Desa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Desa">desa</a> di <a title="Kecamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan">kecamatan</a> <a title="Kretek, Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kretek,_Bantul">Kretek</a>, <a title="Kabupaten Bantul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bantul">Bantul</a>, <a title="Daerah Istimewa Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta">Daerah Istimewa Yogyakarta</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>.</p>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Parangtritis_dilihat_dari_atas1.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/46/Parangtritis_dilihat_dari_atas1.jpg/250px-Parangtritis_dilihat_dari_atas1.jpg" alt="" width="607" height="456" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Parangtritis_dilihat_dari_atas1.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Parangtritis dilihat dari atas</p>
</div>
</div>
</div>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/Pantai-Parang-Tritis-Jogja.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-97" title="Pantai Parang Tritis Jogja" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2012/01/Pantai-Parang-Tritis-Jogja-1024x768.jpg" alt="" width="610" height="457" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di desa ini terdapat <a title="Pantai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai">pantai</a> <a title="Samudra Hindia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia">Samudra Hindia</a> yang terletak kurang lebih 25 <a title="Kilometer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kilometer">kilometer</a> sebelah selatan <a title="Kota Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta">kota Yogyakarta</a>. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak</p>
<p>Lokasi lain adalah Pantai Parangkusumo yang di pantai tersebut terdapat tempat konon untuk pertemuan antara raja Yogyakarta dengan <a title="Nyi Roro Kidul" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nyi_Roro_Kidul">Nyi Roro Kidul</a>. Pada hari-hari tertentu (biasa bulan suro) di sini dilakukan persembahan sesajian (labuhan) bagi <a title="Ratu Laut Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ratu_Laut_Selatan">Ratu Laut Selatan</a> atau dalam <a title="Bahasa Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa">bahasa Jawa</a>. Penduduk setempat percaya bahwa seseorang dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau muda jika berada di pantai ini. Pantai Parangtritis menjadi tempat kunjungan utama wisatawan terutama pada malam tahun baru Jawa (1 muharram/Suro).</p>
<p>Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda &amp; kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/pantai-parang-tritis-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Candi Borobudur</title>
		<link>http://traveljogja.com/sejarah-borobudur.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/sejarah-borobudur.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 04:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/Borobudur-2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-102" title="Borobudur 2" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/Borobudur-2.jpg" alt="" width="610" height="396" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/Borobudur.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-103" title="Borobudur" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/Borobudur.jpg" alt="" width="610" height="371" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/borobudur-4.jpg"><img title="borobudur 4" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/borobudur-4.jpg" alt="" width="610" height="406" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/borobudur-3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-105" title="borobudur 3" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/borobudur-3.jpg" alt="" width="611" height="407" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/sejarah-borobudur.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kota Yogyakarta</title>
		<link>http://traveljogja.com/sejarah-kota-yogyakarta.html</link>
		<comments>http://traveljogja.com/sejarah-kota-yogyakarta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2011 04:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://traveljogja.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/tugu-jogja1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-107" title="tugu jogja" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/tugu-jogja1.jpg" alt="" width="610" height="429" /></a></p>
<p>Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC , Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang). Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah penjajahan tentunya. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara</p>
<p><a href="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/malioboro-jogja.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-108" title="malioboro jogja" src="http://traveljogja.com/wp-content/uploads/2011/10/malioboro-jogja.jpg" alt="" width="610" height="400" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://traveljogja.com/sejarah-kota-yogyakarta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

